Thursday, January 1, 2009

Bajak Laut Somalia

Somalia berubah menjadi negara yang berbahaya dan tak ada kapal yang berani memasuki kawasan laut Somalia, karena bajak laut Somalia sedang mencari mangsa untuk dibajak.

Sampai saat ini sudah 11 WNI (Warga Negara Indonesia) disekap oleh bajak laut itu. Sampai saat ini mereka tidak meminta uang tebusan kepada Pemerintah Indonesia. Tetapi sudah ada banyak pihak yang memprotes pemerintah negara Somalia untuk menangani masalah ini. 

Menurut saya patroli keamanan internasional harus ditingkatan supaya menjaga keamanan semua orang dalam berlayar. Selain itu negara yang mempunyai perairan yang terdekat dengan perairan internasional harus meningkatkan kewaspadaan dan patroli. Selain menyelamatkan jiwa, meningkatkan patroli internasional dapat mengurangi kerugian semua negara, karena kalau warga mereka tertangkap, negara itu pun yang harus membayarnya dengan nilai yang besar tentunya.

Pertanyaan:

1.Apa yang akan kamu lakukan bila kamu tertangkap oleh bajak laut itu?

2.Jika kamu adalah pihak yang berwajib untuk menangani masalah ini, apa yang akan kamu lakukan?

Dari EP

Dikutip dari koran Jawa Pos, halaman 1

tanggal 18 Desember 2008

1 comment:

MLC said...

1. Sebagai tawanan, kita tidak memiliki kuasa. Lebih baik kita bekerjasama dengan para pembajak. Sebaiknya kita ciptakan suasana yang positif antar tawanan untuk saling melindungi demi keselamatan bersama. Memang agak berat dari segi moril, karena kita hanya menunggu untuk diselamatkan oleh pihak berwajib. Jangan pula bertindak gegabah (sok pahlawan) karena bisa jadi bahkan menimbulkan korban baru.

2. Pihak berwajib selalu dalam posisi sulit, karena harus mendahulukan keselamatan para sandera. Disisi lain, pihak berwajib sebisa mungkin juga menyelamatkan barang yang ditawan.
Langkah-langkah yang mungkin bisa ditempuh adalah:
Pertama, kita harus bernegosiasi dengan para bajak laut mengenai jaminan yang diinginkan untuk mebebaskan tawanan. Jangan sampai nilainya terlalu menguntungkan bagi para bajak laut.
Kedua, berusaha menghindari jalan kekerasan karena taruhannya adalah nyawa para tawanan.
Ketiga, berkoordinasi dengan pihak negara-negara yang terlibat, untuk menjebak bajak laut saat mereka sudah mendapat tebusan. Pihak berwajib harus benar2 profesional bernegosiasi dan beraksi, serta harus didukung kekuatan penuh organisasi Keamanan Dunia.
Konsepnya, tawanan bebas, barang selamat dan penjahat tertangkap.
Tapi, sekali lagi..tidak mudah.